• logo nu online
Home Warta Nasional Daerah Melayu Keislaman Opini Pendidikan Sosok Khutbah Pemerintah Parlemen Pustaka Video Mitra
Senin, 30 Januari 2023

Daerah

TanjungPinang

Ciptakan Kamtibmas, Santri Pesantren Al-Kautsar Ikuti Dialog Kebanggsaan

Ciptakan Kamtibmas, Santri Pesantren Al-Kautsar Ikuti Dialog Kebanggsaan
Santi Pesantren Al-Kautsar Ikuti Dialog Kebanggsaan.(Foto:NUOK/Sarpandi)
Santi Pesantren Al-Kautsar Ikuti Dialog Kebanggsaan.(Foto:NUOK/Sarpandi)

Tanjungpinang, NU Online Kepri
Sebanyak 150 santri Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar, Tanjungpinang, mengikuti dialog kebangsaan  cegah radikalisme dan intoleransi. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan Keamanan dan ketertiban masyrakat (Kamtibmas) yang kondusif di aula Pondok Pesantren Al-Kautsar, KM 12, Tanjungpinang Timur, Jumat (11/02/2022). Kegiatan dialog kebangsaan tersebut dilaksanakan tetap dengan protokol kesehatan.

KH Supeno Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kautsar menjelaskan bahwa negara Indonesia bisa berdiri dengan kokoh karena ditopang oleh segenap elemen bangsa. Menurutnya, perbedaan bukan harus dimaknai sebagai perpecahan

"Sebagai pengasuh Pesantren Al-Kautsar dan sebagai Ketua FKUB Tanjungpinang sangat mengapresiasi adanya dialog ini.  Tentu kita juga menyampaikan bahwa pesantren bukanlah tempat ataiu sarangnya terorisme," kata Ketua Forum Pesantren Kepri ini.

AKP Buskardi mewakili Direktur Intelkam Polda Kepri mengatakan bahwa radikalisme adalah faham atau aliran yang menginginkan perubahan sosial dan politik dengan cara-cara kekerasan. Faham radikalisme juga mengaju pada sikap ekstrem dalam aliran politik.

"Kami mengharapkam kepada santri harus fokus pada akidah kita sebagai umat Islam. Jangan mudah terpengaruh oleh sumber yang tidak jelas. Saya berharap jangan mengambil keputusan sendiri. Intoleransi merupakan kondisi di mana suatu kelompok menolak faham kelompok lain," katanya.

Sementara itu, Bambang Maryono Ketua MUI Kepri menyampaikan tanggung jawab keumatan adalah berbangsa dan bernegara. "Bahwa NKRI adalah harga mati! Indonesia bukan negara Islam. Indonesia adalah negara agama. Indonesia adalah negara yang damai. Maka, saya berpesan jaga budaya dan jaga negara kita dari perpecahan," jelasnya

KH Sunarjo yang mewakili Kemenag Kepri memaparkan bahwa secara fitrah kita dilahirkan oleh Allah memiliki keyakinan yang wajib dipertahankan. Ia juga menjelaskan pentingnya untuk selalu memupuk rasa cinta tanah air.

"Contoh kecilnya seperti penghormatan bendera saat upacara, mesti kita juga kita lakukan. Menghargai para pahlawan yang terdahulu. Indonesia adalah negara damai, maka wajib kita jaga bangsa ini, tidak bisa sendiri tapi secara bersama," jelas Katib Suriah PCNU Tanjungpinang ini.


Editor:

Daerah Terbaru