• logo nu online
Home Warta Nasional Daerah Melayu Keislaman Opini Pendidikan Sosok Khutbah Pemerintah Parlemen Pustaka Video Mitra
Sabtu, 25 Mei 2024

Khutbah

Khutbah Idul Fitri Tanda Ibadah Puasa Ramadhan Di Terima

Khutbah Idul Fitri Tanda Ibadah Puasa Ramadhan Di Terima
Khutbah Idul Fitri Tanda Ibadah Puasa Ramadhan Di Terima.(Foto:NUOK/ist)
Khutbah Idul Fitri Tanda Ibadah Puasa Ramadhan Di Terima.(Foto:NUOK/ist)

اَللهُ أكبر ×9 لا الهَ الا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد،

الله أكبر، هذَا الْيَوْمُ يَوْمُ الْعِيْدِ، جَعَلَ اللهُ الْعَوْدَ وَالصُّعُوْدَ إِلَى مَرْضَاتِ اللهِ الْمَحْبُوْبِ. اللهُ أكبر، اَلَّذِىْ قَدْ أَوْجَبَ فِيْهِ لِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ زَكَاةَ الْفِطْرِ تَزْكِيَّةً لِلنَّفْسِ وَتَنْمِيَةً لِعَمَلِهَا الْمَرْغُوْبِ. اَللهُ أكبر. الَّذِىْ جَعَلَ يَوْمَ عِيْدِ الْفِطْرِ ضِيَافَةً لِعِبَادِهِ وَسُرُوْرًا لَهُمْ بِجِهَادِ أَنْفُسِهِمْ وَقْتَ الصِّيَامِ الْمَغْلُوْبِ. أَحَلَّ اللهُ الطَّعَامَ وَحَرَّمَ الصِّيَامَ الْمَسْلُوْبَ.

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَ قُلُوْبَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بَهْجَةً وَسُرُوْرًا بِاتِّبَاعِ النَّبِيِّ الْمُرْسَلِ تَبْشِيْرًا وَتَنْذِيْرًا. وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إلَهَ إِلَّا اللهُ الَّذِىْ جَعَلَ الْجَنَّةَ ضِيَافَةَ الْكُبْرَى وَلَهُ الْآمِرُ بِالتَّوْبَةِ الصَّادِقَةِ بَاطِنًا وَظَاهِرًا. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْآمِرُ لِأُمَّتِهِ عَنِ التَّحَافُظِ قَبِيْحًا وَزُوْرًا.


اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ الَّذِيْنَ كَانُوْا لِبَعْضِهِمْ ظَهِيْرًا. اَمَّا بَعْدُ :
اُوْصِيْنِىْ نَفْسِيْ وَاِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى وَقَدْ خَابَ مَنْ طَغَى. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَا لَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَ نْسٰٮهُمْ اَنْفُسَهُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ.

Allahuakbar,  Allahuakbar,  Allahuakbar, walillailhamd.

Kaummuslimin jema’ah Idul fitri yang di rahmati Allah.


Puji syukur kita ucapkan kepada  Allah yang telah memberikan rahmat dan nikmatnya kepada  kita. Dengan dua hal tersebut. Kita bisa berkumpul dan berbondong –bondong datang ketempat ibadah ini untuk mendekat diri kepada-Nya.


Shalawat dan salam mari selalu kita sampaikan kepada Rasullah Muhammad SAW. Karena atas jasa dan perjuangan dari Nabiullah itu, kita dapat merasakan betapa nikmat dan indahnya hidup dalam agama Islam.


Makaitu,  mari kita hiasi hari-hari kita dengan selalu bersholawat kepada Rasulullah SAW.


Bagi kita yang menghiasi hari -hari dengan Shalawatmaka Allah berjanji akan mengampuni segala dosa dan kesalahan, menerima doa yang dipanjatkan, melapangkan rezeki dan tentuanya mendapakan syafaat dari Rasullah di hari akhir nantinya.


Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, walillailhamd.
Kaummusliminjema’ahIdulfitri yang di rahmati Allah.


Pada saat ini, kita juga patut bersyukur karena kita telah menyelesaikan satu kewajiban terbesar yang Allah perintahkan yaitu puasa di bulan ramadhan. Kewajiban ini didasarkan kepadafirman Allah :
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ .

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"(Q.S. Al-Baqarah :183)


Semua itu terjadi berkat dari karunia yang Allah berikan kepada kita.


Perlu kita ketahui  tidak semua orang yang berhasil menjalankan kewajiban ini. Ada mereka yang tidak mampu sama sekali tanpa uzur menjalankan ibadah puasa meski berbadan sehat. Itulah mereka yang tidak diberi oleh  Allah taufik dan hidayahnya.


Ada pula mereka yang hanya mampu menjalankan ibadah ini hanya dari awalnya saja setelah itu mereka menderita sakit sehingga tidak bisa menjalankan ibadah ini dengan baik.


Ada pula mereka ditengah bulan puasa di panggil oleh Allah sehingga dia tidak bisa lagi menjalankan ibadah puasa dengan penuh.


Namun,  Allhamdulillah, kita yang hadir pada pagi ini atas ni’man, Taufik dan hidayahnya Allah, kita masih diberi kemampuan, kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat menyelesaikan ibadah puasa ramadhan yang diperintahkannya.


Ini merupakan karunia dan kemenangan yang sangat besar yang wajib kita syukuri. Wujudnya adalah berbondong- bondong datang ketempat ibadah ini sambil mengucapkan takbir, tahmid dan tahlil.


Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, walillailhamd.
Kaummusliminjema’ahIdulfitri yang di rahmati Allah.


Saat, seluruh umat islam di seluruh penjuru dunia mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil dengan semangat keimanan  yang mendalam.  Hal ini terjadi lantaran wujud rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunianya.


Pagi Ini, kita dapat menikmati indahnya Idul Fitri, hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.


Disana kita di tempa, dibina,  dilatih dan diuji untuk mendapatkan prediket takwa.


Selama satu bulan penuh juga, banyak di antara kaum muslimin yang menahan haus dan lapar, serta segala perbuatan  yang membatalkan dan menghilangkan nilai ibadah puasa karena taat kepada Allah.


Namun ternyata  di balik itu, ada juga orang yang menjadikan ibadah puasa ramadhan hanya sebagai ibadah formalitas saja. Mereka belum sepenuhnya mengetahui dan memahami hakekat dan makna dari ibadah puasa ramadhan.


Akibatnya ibadah puasa ramadhannya tidak membekas pada dirinya dalam kehidupan sehari-hari.


Pada saat bulan ramadhan, banyak umat Islam yang memakai hijab, masjid-masjid dan mushalla atau langgar ramai dipenuhi jema’ah. Namun setelah Ramadhan selesai hijab mereka kembali lepas, masjid, mushalla atau surau kembali lengang atau bahkan kosong.


Mereka ini menjadikan puasa ramadhan dan ibadah-ibadah di dalamnya hanya sebagai ibadah musiman belaka.


Selama bulan ramadhan mereka senantiasa mengingat Allah. Tapi setelah itu mereka kembali meninggalkan Allah. Padalah Allah berfirman :
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَا لَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَ نْسٰٮهُمْ اَنْفُسَهُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ


Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik."(QS. Al-Hasyr : 19)


Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar,   walillailhamd.
Kaum muslimin jema’ah Idul fitri yang di rahmati Allah.


Pahamila, jika ini terus terjadi, ini bertanda bahwa puasa dan amalan  yang kita kerjakan selama bulan ramadhan belum diterimaoleh Allah.


Lantas, apa ciri seseorang ibadah puasanya diterima Allah ?


Terhadap Hal ini Ibnu Rajab berkata :


أن معاودة الصيام بعد صيام رمضان علامة على قبول صوم رمضان فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده كما قال بعضهم : ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة و عدم قبولها

“Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan.
Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya. ” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388).


Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, walillailhamd.
Kaum muslimin jema’ah Idul fitri yang di rahmati Allah.


Dari perkataan Ibnu Rajab diatas dapat kita petik kesimpulan tentang tanda puasa seseorang diterima oleh Allah yaitu:
Pertama :


أَنَّ مُعَاوَدَةَ الصِّيَامِ بَعْدَ صِيَام.

Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan. Dengan Melanjutkan puasa sunah bulan Syawal atau puasa Sunnah lainnya. Ini pertanda bahwa puasa Ramadan seseorang telah diterima Allah SWT. Karena jika Allah menerima amal seorang hamba maka dia akan memberikan taufik kepada hamba tersebut untuk melakukan amal saleh yang lain setelahnya.



Kedua :

 

ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا.

“Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”
 Artinya, kebaikan-kebaikan yang dia dapat selama di bulan ramadhan, senantiasa konsisten dan istiqomah diterapkan di luar ramadhan.Dan balasan yang didapat dari sikap istiqomahnya dalam menjalankan kebaikan itu adalah kebaikan juga.


Begitu juga sebaliknya, mereka melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.


Itulah beberapa tanda dan ciri bahwa ibadah, termasuk puasa seorang muslim diterima Allah SWT.
 Semoga kita menjadi salah satunya yang amalan dan puasanya diterima oleh Allah SWT.

برَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ

الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA:

 

اللهُ أَكْبَرُ (٣x) اللهُ أَكْبَرُ (٣x) اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ

أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاتَّقُوا اللهَ تَعَالَى فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِيْنَ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الصَّالحينَ

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلْ عِيدَنَا هَذَا سَعَادَةً وَتَلاَحُمًا، وَمَسَرَّةً وَتَرَاحُمًا، وَزِدْنَا فِيهِ طُمَأْنِينَةً وَأُلْفَةً، وَهَنَاءً وَمَحَبَّةً، وَأَعِدْهُ عَلَيْنَا بِالْخَيْرِ وَالرَّحَمَاتِ، وَالْيُمْنِ وَالْبَرَكَاتِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْمَوَدَّةَ شِيمَتَنَا، وَبَذْلَ الْخَيْرِ لِلنَّاسِ دَأْبَنَا، اللّٰهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى وَطَنِنَا، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِينَا وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، عِيْدٌ سَعِيْدٌ وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

 

Oleh : Ustad Deri Adlis. Mubhalig di Kepulauan Anambas.


Khutbah Terbaru