• logo nu online
Home Warta Nasional Daerah Melayu Keislaman Opini Pendidikan Sosok Khutbah Pemerintah Parlemen Pustaka Video Mitra
Senin, 30 Januari 2023

Nasional

Ketum PBNU : 200 Ulama di Dunia Akan Menghadiri Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya

Ketum PBNU : 200 Ulama di Dunia Akan Menghadiri Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya
Gus Yahya Mengundang 200 Ulama di Dunia Untuk menghadiri Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya, Jawa Timur (Foto: NUOK/NU Network)
Gus Yahya Mengundang 200 Ulama di Dunia Untuk menghadiri Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya, Jawa Timur (Foto: NUOK/NU Network)

Jakarta, NU Online Kepri

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) telah menyampaikan undangan kepada 200 ulama dunia dari 50 negara untuk menghadiri Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya, Jawa Timur, pada awal Februari 2023 mendatang.

"Kami mengundang insyaallah nanti akan hadir tidak kurang dari 200 ulama dari berbagai dunia dari sekitar 50 negara. Kita sudah mendapatkan komitmen dari sejumlah tokoh untuk menjadi pembicara kunci," tutur Gus Yahya, ditemui NU Online di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Jumat (13/1/2023). 


Ia menyebutkan, beberapa tokoh yang akan menjadi pembicara kunci dalam Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya itu di antaranya Grand Syekh Al-Azhar Ahmad Ath-Thayyeb dan Mufti Mesir Syekh Syauqi Ibrahim Abdul Karim 'Allam.



Kemudian ada Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islami (Liga Dunia Islam) Syekh Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa dan Sekretaris Jenderal Akademi Fiqih Internasional Organisasi Kerjasama Islam Koutoub Moustapha Sano. 


"Kami juga akan mengundang sekitar 200 lagi ulama domestik, dari Indonesia," tutur Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.


"(Acara) ini nanti insyaallah akan dibuka oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, sekaligus beliau akan memberikan pidato kunci di situ," imbuhnya.


Gus Yahya mengatakan, Muktamar Internasional Fiqih Peradaban ini digelar sebagai langkah inisiasi strategi PBNU untuk dunia Islam. Sebab, NU sangat membutuhkan transformasi dunia Islam secara keseluruhan.


"Ini yang pertama, karena kita ingin menjadikannya (Muktamar Internasional Fiqih Peradaban) sebagai kegiatan tahunan," ucap Gus Yahya.


Sebagaimana diketahui, sebelumnya PBNU telah menggelar Halaqah Fiqih Peradaban di 250 titik pesantren se-Indonesia. Halaqah digelar sejak Agustus hingga Desember 2022. Puncaknya, digelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Surabaya, pada awal Februari 2023.


Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU, yang jatuh pada 16 Rajab 1444 Hijriah yang bertepatan dengan 7 Februari 2023. Pada hari itu akan dilangsungkan Resepsi Puncak Harlah 1 Abad NU di Gelora Delta Sidoarjo yang akan dihadiri tidak kurang dari 1 juta warga NU. 


Editor:

Nasional Terbaru