• logo nu online
Home Warta Nasional Daerah Melayu Keislaman Opini Pendidikan Tokoh Khutbah Pemerintah Parlemen Pustaka Video Mitra
Kamis, 29 September 2022

Daerah

Tanjungpinang

Kepri Jadi Tuan Rumah Konferensi Nasional FKUB untuk Kerukunan Umat Beragama

Kepri Jadi Tuan Rumah Konferensi Nasional FKUB untuk Kerukunan Umat Beragama
Kepri Jadi Tuan Rumah Konferensi Nasional FKUB untuk Kerukunan Umat Beragama.(Foto:NUOK/ist)
Kepri Jadi Tuan Rumah Konferensi Nasional FKUB untuk Kerukunan Umat Beragama.(Foto:NUOK/ist)

TanjungPinang, NU Online Kepri

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tahun 2022 pada 3 sampai 4 Oktober 2022 mendatang.


Konferensi Nasional FKUB untuk kerukunan umat beragama itu akan berlangsung di Kota Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepri.


Ketua FKUB Provinsi Kepri, Handarlin Umar menjelaskan, Konferensi Nasional FKUB untuk kerukunan umat beragama itu setidaknya akan menghadirkan 1.200 orang tamu-tamu pengurus FKUB dari seluruh provinsi di Indonesia.


Selain itu, pihaknya juga mengundang kesbangpol, kakanwil agama, kemenang provinsi, kabupaten, dan kota yang ada di Indonesia.


"Tamu-tamu dan undangan ini nanti akan menginap di Tanjungpinang. Kemarin, kami sudah bertemu dengan 18 hotel besar dan kecil untuk persiapan menyambut tamu-tamu tersebut," katanya, Jumat 5 Agustus 2022.


Penetapan Kepri sebagai tuan rumah pelaksanaan konferensi nasional kerukunan umat beragama diputuskan pada penutupan Konferensi Nasional FKUB 2021 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).


FKUB merupakan forum yang berkepentingan dalam mengurus dan memelihara kerukunan di Indonesia. Forum ini juga menjadi sarana dalam memperkuat semangat moderasi beragama, dalam rangka mewujudkan kerukunan antar umat beragama.


Pada Konferensi Nasional FKUB untuk Kerukunan umat beragama di Sulut, ada lima poin penting yang menjadi ikrar peserta konferensi, yakni:

1. Menjunjung tinggi tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;

2. Memelihara kerukunan dan kerja sama untuk menciptakan suasana yang damai dengan prinsip persatuan yang Berbhineka Tunggal Ika;

3. Mendukung program pemerintah dalam memelihara Kerukunan umat beragama;

4. Mewujudkan Indonesia rukun aman dan damai;

5. Menjadikan moderasi beragama sebagai peta jalan pemeliharaan Kerukunan umat beragama di Indonesia.


Dalam rangka mematangkan penyelenggaraan konferensi nasional Kerukunan umat beragama di Kepri, Handarlin mengaku sudah melakukan pertemuan dan kunjungan dengan berbagai pihak.


Selain dengan kalangan perhotelan, kunjungan juga dilakukan ke Wali Kota Tanjungpinang untuk menyampaikan rencana penyelenggaraan kegiatan besar di daerah itu.


"Karena Tanjungpinang ibukota provinsi Kepri, maka kita sampaikan akan ada kegiatan besar FKUB di Tanjungpinang. Sekaligus mohon dukungan kepada wali kota agar kegiatan ini berjalan lancar," katanya.


Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menyambut baik pelaksanaan konferensi nasional Kerukunan umat beragama yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.


Menurutnya, kehadiran para pengurus dan tamu undangan dari seluruh provinsi di Indonesia ini, tentunya akan membawa dampak bagi perekonomian Tanjungpinang.


"Saya menyambut baik dan mendukung kegiatan besar konferensi nasional FKUB ini. Semoga kehadiran para tamu dari berbagai daerah yang menginap dan berbelanja di sini ikut mendongkrak perekonomian kita," harapnya.


Secara umum tingkat Kerukunan umat beragama di Indonesia dalam kategori baik. Nilai indeks Kerukunan umat beragama yang meliputi tiga indikator yakni toleransi, kerja sama dan kesetaraan berada di angka rata-rata nasional 72,39.


Sementara di Provinsi Kepri, nilai indeks Kerukunan umat beragama menempati posisi ke-9 dengan nilai 72,9.***


Daerah Terbaru