• logo nu online
Home Warta Nasional Daerah Melayu Keislaman Opini Pendidikan Sosok Khutbah Pemerintah Parlemen Pustaka Video Mitra
Senin, 30 Januari 2023

Daerah

Anambas

Ustadz Rudi Hartono: Mari Makmurkan Masjid dengan Sholawat

Ustadz Rudi Hartono: Mari Makmurkan Masjid dengan Sholawat
Ustadz Rudi Hartono: Mari Makmurkan Masjid dengan Sholawat.(Foto:NUOK/Arfah)
Ustadz Rudi Hartono: Mari Makmurkan Masjid dengan Sholawat.(Foto:NUOK/Arfah)

Anambas. NU Online Kepri

Ustadz Rudi Hartono Wakil Ketua Ansor Kabupaten Kepulauan Anambas meminta kepada kader-kader Ansor Anambas untuk memakmurkan masjid di lingkungan masing-masing dengan banyak-banyak membaca sholawat.


Hal tersebut dikatakan Ustadz Rudi saat mengisi kajian rutin MDS Rijalul Ansor Anambas di Masjid Nurul Ihsan, Tarempa Barat, Siantan, Kepulauan Anambas, Kamis malam (3/11/2022).


Selain dihadiri oleh jajaran pengurus PC Ansor Kepulauan Anambas, kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kepulauan Anambas, PCNU Kabupaten Anambas, Ketua dan pengurus Masjid Nurul Ikhsan beserta jamaah. Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan grup hadroh Rijalul Ansor Kepulauan Anambas.


"Sahabat-sahabat sekalian, perlu kiranya kita memakmurkan masjid di lingkungan kita masing-masing. Salah satu caranya yang dengan sholawatan diiringi dengan hadroh," jelasnya.


"Memang benar bahwa ada beberapa kalangan yang tidak membolehkan ada bunyi-bunyian di dalam masjid, tapi saya kira orang itu memahami konteks ayatnya secara tekstual belaka," terang alumni Pondok Pesantren Al Ma'had An Nur Ngrukem Bantul ini.


Ayat yang dimaksud adalah surat Al-anfal ayat 35. Menurut Rudi, ayat tersebut memiliki makna yang khos dengan tradisi Arab Jahiliah. Di mana dalam beribadah mereka mengitari Ka'bah dengan saling berangkulan dengan lawan jenis, sambil berangkulan , bertepuk tangan.


"Adapun pendapat para ulama terkait bunyi-bunyian, ya memang ada perbedaan. Maka, kita dianjurkan untuk jangan mencela. Kita sesuaikan saja dengan tradisi lokal. Khususnya di Anambas ini yang masih memang baru dengan hal tersebut hendaknya kita bijak," terang pria kelahiran Tembilahan tersebut.


"Kita lebih harus sabar dalam menyikapi perbedaan. Saya berharap dakwah seperti ini dapat diterima dengan baik dan membawa maslahat," pungkasnya


Daerah Terbaru