• logo nu online
Home Warta Nasional Daerah Melayu Keislaman Opini Pendidikan Sosok Khutbah Pemerintah Parlemen Pustaka Video Mitra
Minggu, 21 Juli 2024

Opini

PCNU Batam berselancar menuju PCINU RUSIA

PCNU Batam berselancar menuju PCINU RUSIA
PCNU Batam berselancar menuju PCINU RUSIA.(Foto:NUOK/ist)
PCNU Batam berselancar menuju PCINU RUSIA.(Foto:NUOK/ist)

NU Online Kepri

Sabtu, 29 Juni, Banyak hal cerita menarik dibalik diskusi dengan PCINU Rusia, dari guyonan tentang revolusi Bolshevik, dan memiliki kesamaan satu almamater Vladimir Lenin dan Nikita Khrushchev, juga obrolan tentang sebuah negeri diatas meja kopi dan kebulan asap rokok antara Bung Karno, Che Guevara, dan Khrushchev. Memang Menarik, berbagi cerita tentang teknologi, filsafat dan kebudayaan masyarakat Rusia, seperti cerita  teknologi Nuklir untuk industri Rumahan, dan berbagi pengalaman tentang beasiswa pendidikan, berbagi kisah membangun Nahdliyin.


Ya...disana, disamping bicara Islam adalah Rahmat, tapi juga intens diskusi peradaban, tentang energi, pasar global, dan teknologi. Karena diakui atau tidak Peradaban telah berjalan ke arah satu ttitik, menuju arah peradaban baru. ilmuwan dunia telah menghidupkan benda mati menjadi benda hidup, dari ceceran mineral tanah berubah menjadi Ai & Algoritma. Katanya Yuval Noah Harari, di trologi "sapiens, deus, & abad 21", para Ilmuwan sedang merumuskan manusia hidup 200 tahun dengan sel nano, dan menjadikan benda mati jadi kiblat


Jauh hari, Ferguson membuat catatan, peradaban manusia akan memasuki babak baru yang dikerjakan oleh kabel2 serat optik, menembus waktu dan terbuka 24 jam utk diakses. Perjalanan manusia mengikuti anak kandung kapitalisme global yg bernama Pasar & teknologi. Mau tidak mau, tipologi atas definisi agama, budaya, politik, dan ekonomi akan mengikuti arus itu.


Dan saat ini saya lihat NU batam sedang mengotak atik, bagaimana membangun Nahdliyin dihadapan jaman, walaupun diantaranya telah dibangun kerjasama dengan industri shipyard, untuk kepentingan kerja bagi Nahldiyin, tapi persoalan terbesar adalah harus berani melakukan lompatan ke depan dengan membuka akses PCINU di Eropa Barat dan Timur, membangun solidaritas dan mengajak diskusi untuk merumuskan Nahdliyin dihadapan  jaman, diantaranya  beasiswa pendidikan dan membuat alih teknologi bersama PCINU Jepang, Rusia, dan beberapa negara lain. Karena NU bukan saja sebuah ormas keagamaan, tapi menjadi bagian integral peradaban, tentang teknologi, teologi pembebasan, dan pendidikan untuk kepentingan Bangsa 


Karena kita berada dalam pusaran jaman itu

Oleh Dwi Suryo, Bendahara PCNU Batam


Opini Terbaru